Jumat, 06 September 2013

Cara Menulis Cerpen


Menulis Cerpen Berdasarkan Kisah Nyata 


AM for everyone


Kisah nyata kehidupan bisa dituangkan dalam berbagai bentuk karya seni, baik bersifat verbal maupun visual.
 Hasilnya sebagaimana sering kita temukan di berbagai dunia seni, misalnya seni lukis, fotografi, 
seni audio visual, seperti sinetron, kisah nyata, karya sastra, biografi, dan lainnya.
 Karya sastra banyak yang bersumber pada kisah nyata,
 bahkan yang disusun berdasarkan kisah nyata menjadi biografi, riwayat hidup, d
an mungkin kisah perjuangan bangsa atau kehidupan seseorang.

Tidak hanya hal di atas yang bisa dirangkaiberdasarkan kisah nyata. Cerpen juga bisa.
 Dan sebenarnya, ini bukan "barang baru". Sebab, nyaris semua pengarang pernah menulis cerpen 
berdasarkan kisah nyata, baik itu pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain atau 
kejadian tertentu yang dilihat oleh si pengarang.

Lantas, kenapa harus dibahas di topik ini? Apa istimewanya?
Saya merasa perlu membahasnya, karena baru-baru ini saya membaca dua cerpen dari dua orang teman yang 
diangkat dari sebuah kisah nyata. Setelah saya baca, terus terang saya kecewa. Sebab cerpen tersebut sama
 persis dengan cerita aslinya. Isi cerita, alur cerita, semuanya sama. Yang berbeda hanya nama-nama tokoh 
dan settingnya. Selain itu, cerpennya pun disampaikan dengan gaya yang biasa-biasa saja.

Sebenarnya, dalam mengangkat sebuah kisah nyata ke dalam cerpen, bagaimana teknis menulis yang baik?

Secara umum, tekniknya sama saja dengan teknik penulisan lainnya. Tapi menurut saya, yang perlu diingat 
adalah: kisah nyata tersebut hanyalah sebuah IDE. Sebagai ide, kita bebas mengembangkannya. Mau kita ubah
 ceritanya, ditambahi, dikurangi, dan seterusnya, semua terserah kita. Tak ada yang melarang.
 Toh kisah nyata itu bukan sebuah sejarah, hanya peristiwa sehari-hari yang biasa.

Memang, bukan berarti kita tidak boleh membuat cerpen yang isinya sama persis dengan kisah nyatanya
. Ya boleh-boleh saja, dong. Yang saya maksud pada topik ini adalah: Kita jangan sampai berpikir
 bahwa cerpen yang kita tulis tidak boleh merubah sedikit pun kisah nyatanya. Sebab sekali lagi, 
kisah nyata tersebut bukan sebuah sejarah.

Sekadar berbagi tips, berikut adalah contoh langkah-langkah yang bisa kita lakukan dalam mengubah
 sebuah kisah nyata menjadi cerpen.

1. Carilah bagian dari kisah nyata itu yang kita anggap menarik. Bagian yang kurang menarik,
 atau tidak menarik sama sekali, lupakan saja.

2. Galilah bagian yang menarik tersebut, lalu kembangkan ceritanya sesuai keinginan kita.

3. Kalau perlu, carilah sudut pandang yang unik, agar ceritanya menjadi lebih bagus.

Setelah itu, kita bisa langsung menulis cerpennya. Saat menulis ini, kita sudah boleh membuang
 jauh-jauh si kisah nyata tersebut. Lupakan saja. Toh kita sudah punya modal berupa ke-3 poin di atas.

Yang juga penting, jangan merasa "terbebani" oleh hal-hal yang melekat pada kisah nyata tersebut
, sebab kita bisa mengubah semuanya sesuka kita. Sebagai contoh, si pelaku pada kisah nyata adalah
 seorang pria. Ketika diubah jadi cerpen, jenis kelaminnya kita ubah jadi wanita. Atau, kisah nyata
 ini terjadi di Jakarta, tapi pada cerpennya diubah menjadi New York. Dan seterusnya. Ini semua 
boleh-boleh saja. Asalkan cerita yang kita buat tetap logis (masuk akal) dan menarik.

                                                       sumber : " http://menuliscerpen-menulis-cerpen.blogspot.com/ "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar